Minggu, 27 April 2014

PNWP Dukung Pembukaan Kantor Free West Papua di Australia Minggu, 27 April 2014 14:32 :

PNWP Dukung Pembukaan Kantor Free West Papua di Australia
Minggu, 27 April 2014 14:32 :
Buchtar Tabuni (ketua PNWP) dan ketua-ketua parlemen daerah di tanah Papua yang menggantikan kerja Dewan Niew Guinea (Niew Guinea Raad) yang dibentuk pada awal tahun 1961. Foto: Ist.
Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Parlemen Nasional West Papua (PNWP) yang diketuai Buchtar Tabuni menyambut baik dibukanya kantor Free West Papua di Canberra, Australia, hari ini, Minggu, 27 April 2014.

Hal itu disampaikannya melalui keterangan tertulis yang diterima majalahselangkah.com hari ini, Minggu, (27/04).

Dalam keterangan tertulisnya, PNWP menulis, adanya Kantor Free West Papua Campaign di Australia ini akan membuat perjuangan hak penentuan nasib sendiri rakyat Papua dapat terakomodir secara baik di Australia.

Juga kesadaran politik komunitas international di Australia untuk memahami perjuangan hak penentuan nasib sendiri rakyat Papua secara adil dan bermartabat, menurut PNWP, akan meningkat, sehingga komunitas Australia ini dapat memahami dan sadar untuk mendukung perjuangan hak penentuan nasib sendiri rakyat Papua.

"Kami atas nama rakyat West Papua pada hari ini sangat bangga dan bahagia karena 50 tahun lebih rakyat West Papua berjuang untuk mendapatkan dukungan komunitas international dan pada tanggal 27 April tahun 2014 atas kesadaran komunitas international di Australia mendukung West Papua dengan terbentuknya Kantor Free West Papua Campaign, kantornya rakyat West Papua di Australia," tulis PNWP.

PNWP juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada semua pihak yang berjuang melahirkan kantor tersebut.

"Dan juga kami atas nama rakyat West Papua menyampaikan banyak terima kasih kepada Mr. Benny Wenda selaku ketua Diplomat international West Papua (Pemimpin Kemerdekaan West Papua di International) dalam usaha dan kerja keras untuk terbentuknya kantor Free West Papua Campaign di Negara Australia," tulis PNWP. (Topilus B. Tebai/MS)

Baca sikap dan dukungan KNPB atas didirikannya Kantor Free West Papua Campaign, klik.

Jumat, 25 April 2014

Wow suport for west from australia thank you.on suport freedom west papua

Wow suport for west from australia  thank you.on suport freedom west papua
Free West Papua Campaign to open new office in Perth, Australia
www.facebook.com/events/627188754039195/?context=create&ref=5&source=49
We have a very important announcement to make.
You are all invited to the official Free West Papua Campaign Australia office opening in the city of Perth, Australia on 27th April.
This historic office comes after the hard and ceaseless work by all the team in Perth and the incredible support we have received from the Australian public.
It will be opened by Free West Papua Campaign founder, Benny Wenda and attended by West Papuan refugees and members of the Australian public.
http://freewestpapuaperthaustralia.blogspot.com.au/
All are invited to attend this historic office opening which will be held at Greaves Room, 5 Neil Street (Victory Life Centre Complex) Osborne Park, WA 6017 from 13:00 to 14:30
We apologise for the short notice of this event but we would be delighted if as many people as possible came and took as many photos and possible!
Sole objective: West Papua to have its right to Self Determination.
Ceremony:
Introduction by Paul Madden – Co-Director of the Free West Papua Campaign for Perth Australia.
Message by Benny Wenda - West Papua independence leader, Secretary General of Demmak (The Koteka Tribal Assembly), and Founder of the Free West Papua Campaign.
Testimony by Joy Madden – Co-Director of the Free West Papua Campaign for Perth Australia.
Song by Alpius - Co-Director of the Free West Papua Campaign for Perth Australia.
Blessing by Ps Barry Court – Former President of the Pastoralists' and Graziers' Association and Former President of the Liberal Party of Western Australia.
Adjourn for Tea and Coffee
The Free West Papua Campaign is an international movement founded in 2004 and now with permanent offices in the UK, Netherlands, Papua New Guinea and Australia.
We would like to thank you all, especially the people of Australia for all your support which has helped us to grow to having such support as we do now for a Free West Papua.
For more information, please visit the official website of Free West Papua

PADA 2014 KOTA JAYAPURA BERANGKATKAN 371 CALON JEMAAH HAJI

PADA 2014 KOTA JAYAPURA BERANGKATKAN 371 CALON JEMAAH HAJI

Jayapura, 25/4 (Jubi) – Sebanyak 371 Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Jayapura akan menunaikan Haji Tahun 2014, Kepala Kantor Wilayah Menteri Agama (Kemenag) Kota Jayapura, Syamsudin mengatakan hal ini didasarkan dengan sistem komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) dan jumlah CJH yang akibat pemotongan 20 persen tahun lalu.
“Untuk Papua, normalnya 1065 orang dan akibat adanya rehabilitasi Masjidil Haram pemotongan 20 persen masih berlaku. Setelah kami lihat dari Siskohat 340 CJH untuk Kota Jayapura ditambah 31 orang yang gagal berangkat tahun lalu,” ujar Syamsudin kepada tabloidjubi.com, Jumat (25/4).
Syamsudin berharap dalam urusan ibadah haji adalah urusan persiapan yang baik, dan banyak berpindah-pindah tempat, CJH diharap mempersiapkan diri baik fisik prima maupun finansial.
“Sambil menunggu Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang belum ditentukan maka saya harap CJH juga menyiapkan selisih dana yang di setor sebagai porsi kursi jamaah haji yang sebesar Rp 25 juta,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Haji dan Urusan Agama Islam Kemenag Provinsi Papua, Alwi Tianlean mengungkapkan pihaknya belum mengetahui kuota tahun ini,”saat ini kami blm bisa memastikan berapa jumlah  pasti yg brangkat thn ini,krn sampai sekarang blm ada Keputusan Menteri Agama,” jawabnya melalui SMS yang dikirim ke wartawan jubi. (Jubi /Sindung)
- See more at: http://news.liputan6.com/read/2042000/1-anggota-tni-tewas-dalam-baku-tembak-di-puncak-jaya#sthash.JT1SnRVD.dpuf

Anggota TNI Tewas dalam Baku Tembak di Puncak Jaya

Anggota TNI Tewas dalam Baku Tembak di Puncak Jaya
http://bit.ly/QFrWJb... Lihat Selengkapnya
Sersan Dua Rahman Hakim meninggal dunia setelah ditembak kelompok sipil bersenjata di Puncak Jaya, Papua.
news.liputan6.com
Liputan6.com, Jayapura - Kodam XVII/Cenderawasih membenarkan salah 1 dari 2 anggotanya yang terkena tembakan oleh kelompok sipil bersenjata di Gurage, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, meninggal dunia.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Arh Rikas Hidayatullah menuturkan, Sersan Dua Rahman Hakim meninggal dunia di tempat karena mengalami pendarahan hebat.

"Kami juga belum mengetahui kelompok mana yang melakukan penembakan ini," ujarnya di Jayapura, Jumat (25/4/2014)

Kodam Cenderawasih menduga pelaku penembakan memiliki motif balas dendam pada penembakan yang dilakukan 9 April lalu di Puncak Jaya yang menewaskan seorang anggota kelompok sipil bersenjata.

Ditemui di tempat yang sama, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Hinsa Siburian mengatakan, saat ini jenazah masih berada di Pos TNI di Gurage.

"Kami mengalami kendala untuk evakuasi ke Mulia karena geografis dan jarak yang cukup jauh dari Mulia. Dibutuhkan 2 jam perjalanan dengan kendaraan roda dua untuk turun ke Mulia," katanya.

Penembakan terjadi disaat anggota TNI sedang melaksanakan patroli rutin di sekitar pos, siang tadi sekitar pukul 13.45 WIT. Kelompok sipil bersenjata menembaki Pos Pengamanan Yonif 751 di Gurage, Kabupaten Puncak Jaya. Anggota TNI berupaya membalas, sehingga sempat terjadi baku tembak selama beberapa waktu.

Akibat penembakan ini, 2 anggota TNI atas nama Sersan Dua Polang Harahap kena luka tembak dipelipis dan Sersan Dua Rahman Hakim tertembak di bagian bahu kanan.

Sebelumnya, baku tembak antara kelompok sipil bersenjata dengan aparat keamanan juga terjadi di perbatasan Indonesia-Papua Nugini, Sabtu 5 April lalu. Baku tembak terjadi antara sekitar 40 orang kelompok sipil bersenjata laras panjang dan berpakaian loreng.

Akibat penembakan tersebut Kapolres Jayapura AKBP Alfred Papare dan satu anggota Kodim 1701/Jayapura, Tukino terkena serpihan kaca.

Tak hanya itu, 6 wartawan yang kesehariannya bertugas di Jayapura, juga dievakuasi ke Koramil Muara Tami, pascabaku tembak aparat keamanan dan kelompok sipil bersenjata.

Wartawan yang hendak meliput pencoblosan di Vanimo, Papua Nugini, terpaksa tertahan di Koramil Muara Tami, karena situasi tidak memungkinkan untuk dilakukan penyeberangan ke wilayah negara tetangga itu.

Menurut wartawan yang ikut dalam rombongan peliputan tersebut, sejak pagi di pagar perbatasan Papua dan Papua Nugini di daerah Wutung sudah terjadi pemalangan dan pembakaran.

Bendera Merah Putih yang berada di sekitar menara perbatasan Papua dan Papua Nugini diturunkan dan digantikan dengan Bendera Bintang Kejora dan Bendera PBB.
- See more at: http://news.liputan6.com/read/2042000/1-anggota-tni-tewas-dalam-baku-tembak-di-puncak-jaya#sthash.CTyfDbyy.dpuf

1 Anggota TNI Tewas dalam Baku Tembak di Puncak Jaya

  • Peristiwa
  • 0
  • 25 Apr 2014 20:45
Foto Ilustrasi TNI (Liputan6.com/Johan Tallo)
Liputan6.com, Jayapura - Kodam XVII/Cenderawasih membenarkan salah 1 dari 2 anggotanya yang terkena tembakan oleh kelompok sipil bersenjata di Gurage, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, meninggal dunia.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Arh Rikas Hidayatullah menuturkan, Sersan Dua Rahman Hakim meninggal dunia di tempat karena mengalami pendarahan hebat.

"Kami juga belum mengetahui kelompok mana yang melakukan penembakan ini," ujarnya di Jayapura, Jumat (25/4/2014)

Kodam Cenderawasih menduga pelaku penembakan memiliki motif balas dendam pada penembakan yang dilakukan 9 April lalu di Puncak Jaya yang menewaskan seorang anggota kelompok sipil bersenjata.

Ditemui di tempat yang sama, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Hinsa Siburian mengatakan, saat ini jenazah masih berada di Pos TNI di Gurage.

"Kami mengalami kendala untuk evakuasi ke Mulia karena geografis dan jarak yang cukup jauh dari Mulia. Dibutuhkan 2 jam perjalanan dengan kendaraan roda dua untuk turun ke Mulia," katanya.

Penembakan terjadi disaat anggota TNI sedang melaksanakan patroli rutin di sekitar pos, siang tadi sekitar pukul 13.45 WIT. Kelompok sipil bersenjata menembaki Pos Pengamanan Yonif 751 di Gurage, Kabupaten Puncak Jaya. Anggota TNI berupaya membalas, sehingga sempat terjadi baku tembak selama beberapa waktu.

Akibat penembakan ini, 2 anggota TNI atas nama Sersan Dua Polang Harahap kena luka tembak dipelipis dan Sersan Dua Rahman Hakim tertembak di bagian bahu kanan.

Sebelumnya, baku tembak antara kelompok sipil bersenjata dengan aparat keamanan juga terjadi di perbatasan Indonesia-Papua Nugini, Sabtu 5 April lalu. Baku tembak terjadi antara sekitar 40 orang kelompok sipil bersenjata laras panjang dan berpakaian loreng.

Akibat penembakan tersebut Kapolres Jayapura AKBP Alfred Papare dan satu anggota Kodim 1701/Jayapura, Tukino terkena serpihan kaca.

Tak hanya itu, 6 wartawan yang kesehariannya bertugas di Jayapura, juga dievakuasi ke Koramil Muara Tami, pascabaku tembak aparat keamanan dan kelompok sipil bersenjata.

Wartawan yang hendak meliput pencoblosan di Vanimo, Papua Nugini, terpaksa tertahan di Koramil Muara Tami, karena situasi tidak memungkinkan untuk dilakukan penyeberangan ke wilayah negara tetangga itu.

Menurut wartawan yang ikut dalam rombongan peliputan tersebut, sejak pagi di pagar perbatasan Papua dan Papua Nugini di daerah Wutung sudah terjadi pemalangan dan pembakaran.

Bendera Merah Putih yang berada di sekitar menara perbatasan Papua dan Papua Nugini diturunkan dan digantikan dengan Bendera Bintang Kejora dan Bendera PBB.
- See more at: http://news.liputan6.com/read/2042000/1-anggota-tni-tewas-dalam-baku-tembak-di-puncak-jaya#sthash.CTyfDbyy.dpuf

memalukan ula aparat keamanan yg kurang profesional maka Memalukan, Polisi Rampok Mobil Pengangkut Emas



JAKARTA -- Peristiwa memalukan kembali mencoreng wajah Kepolisian RI. Anggota Polri yang seharusnya menjadi pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat malah berbuat tak terpuji.


Lima oknum Polri diduga terlibat perampokan mobil pengangkut emas di Jalan Tol Jagorawi, arah Bogor, tepatnya kilometer 15/300 Cimanggis, Jakarta Timur, Jumat (18/4).
Lima oknum Polri masing-masing Aipda DS, Brigadir BH, Bripda L, Brigadir GA, Brigadir FAG, Brigadir JM serta seorang sipil berinisial AS, itu diduga berhasil merampok 13 kilogram emas.
Tak pelak aksi itu pun dihentikan jajaran Polda Metro Jaya yang berhasil meringkus mereka. Hal ini dibenarkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Jumat (25/4).
Rikwanto menjelaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap pengembangan. Polda berjanji untuk mencari otak pelaku perampokan tersebut. "Hingga saat ini kita masih mengembangkan untuk mencari otak pelaku dan penadah," ujarnya

Pesawat Dibajak di Bali





BALI-- Pesawat Virgin Australia, diduga keras dibajak di Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali. Pesawat milik salah satu maskapai penerbangan Australia itu terbang dari Brisbane ke Bali. Pesawat dikabarkan dipaksa mendarat.
Pesawat berada di runway Bandara Ngurah Rai. Masih belum diketahui siapa pelaku pembajakan. "Pesawat itu kini sudah mendarat di Bali dan tengah berada di ujung runaway Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Pesawat itu melayani rute Brisbane-Denpasar," ujar Herry Bakti Gumay, Dirjen Perhubungan Udara.
Hingga saat ini, juga masih belum diketahui jumlah penumpang

Diminta Jadi Cawapres, SBY Merasa Diolok-olok Anas


Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Foto: JPNN.com
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Foto: JPNN.com



JAKARTA - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempertanyakan wacana yang mencalonkan dirinya sebagai Wakil Presiden. Menurutnya saran itu sangat aneh.
Hal ini diungkapkan SBY dalam program Isu Terkini pada kanal YouTube, Jumat, (25/4). SBY mengatakan ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengolok-olok dirinya, melukai hatinya, dan melecehkannya dengan mengusulkan saran itu.
"Memang ada di negeri ini yang kebahagiaannya memperolok dan melukai hati orang lain. Katanya, sudah, suruh jadi Wakil Presiden saja SBY," ujarnya meniru kabar yang beredar itu.
Usulan itu sendiri sebenarnya sempat diramaikan mantan orang kepercayaan SBY di Demokrat, yaitu mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum. Pria yang kini telah ditahan KPK itu menyebut SBY layak menjadi cawapres lagi, untuk menyelamatkan Demokrat.
Ucapan Anas ini mendapat banyak kecaman dari politikus Demokrat maupun pengamat politik. Bisa jadi inilah yang dianggap SBY sebagai pelecehan dan olokan untukny.