Sabtu, 10 Mei 2014

we wan to freedom west papua

 Many people do not understand what it is in Indonesian leadership "leader" is often called the prince, leader, pioneer, builder, role models, mentors, board, driving, chairman, chief, guide, king, elders, and so on. Leading While the term is used in the context of the results of the use of one's role with regard to its ability to influence others in various ways.

The term leader, kemimpinan, and lead at first base is derived from the word
each "lead". However, all three are used in different contexts is everyone always need them called the Leadership

Banyank Orang belum mengerti apa itu leadership adalah Dalam bahasa Indonesia "pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara.
Istilah pemimpin, kemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang
sama "pimpin". Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda inilah setiap orang selalu membutuhkannya mereka yang disebut Leadership itu

Jumat, 09 Mei 2014

Thaha Alhamid: Papua Masuk Indonesia Merupakan Kecelakaan

Thaha Alhamid: Papua Masuk Indonesia Merupakan Kecelakaan

Sekjend Presedium Dewan Papua (PDP), Thaha Alhamid (ditengah) bersama Yoris Raweyai (Foto: portalkbr.com)
Sekjend Presedium Dewan Papua (PDP), Thaha Alhamid (ditengah) bersama Yoris Raweyai (Foto: portalkbr.com)
PAPUAN, Jayapura— “Saya pikir Papua masuk ke dalam NKRI ini merupakan  kecelakaan. Kecelakaan sejarah, kecelakaan politik, kecelakaan sosial maupun kecelakaan budaya. Setelah 50 tahun dalam NKRI, nyatanya nasib Papua bukan lebih baik, tetapi malah lebih buruk.”
Demikian penegasan Sekjen Presedium Dewan Papua (PDP), Mohammad Thaha Alhamid, belum lama ini saat dihubungi suarapapua.com, via telepon selulernya dari Jayapura, Papua.
“Lebih kacau balau dan nyaris tak berpengharapan. Tahun 1969, Indonesia menolak one man one vote dengan alasan orang Papua masih primitif dan bodoh. Tahun 2013, bahkan 2014 ini juga Pilkada dan Pileg masih pake sistem noken. Apa artinya ? 50 tahun ini, Indonesia bikin apa? Sehingga orang Papua masih tetap primitif dan bodoh.”
“Saya kira, banyak hal mesti dibicarakan dengan cermat. Dengan hati dan kepala dingin. Jangan biasakan diri larut dalam upacara yang simbolik tapi tanpa perubahan nasib yang nyata,” katanya.
Menurut Thaha, perasaan Orang Asli papua hari ini setelah bersama Indonesia adalah ada tiga kelompok besar. Pertama, sebagian besar rakyat jelas merasa tertindas dan teraniaya, miskin, hidup tidak layak dengan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang buruk.
Di lapisan ini, umumnya mereka faham keadaannya, tapi mereka tidak bisa merumuskan apa akar masalah dan bagaimana jalan keluar dari masalah itu.
Dilapisan kedua, orang Papua yang masih terjebak himpitan ekonomi, tapi umunya yang sudah cukup makan, pendidikan, bisa bekerja dan  berusaha.
“Mereka inilah yang selama ini, coba rumuskan masalah serta berupaya mencari jalan keluar. Termasuk lewat tuntutan politik, emansipasi soaial maupun keadilan ekonomi. Jumlah lapisan ini, sangat terbatas dan selalu jadi sasaran,” tegasnya.
Dan kelompok yang ketiga, lapisan ini adalah elit-elit politik dan birokrat Papua. “Mereka umumnya pegang kekuasaan atau dekat dengan kekuasaan. Mereka tahu dan faham bahwa mayoritas rakyat  di kampung-kampung masih tertindas, hidup tidak layak dan serba terbatas, tetapi mereka justru sedang menikmatinya.”
“Mereka suka upacara, suka retorika, suka pulang pergi Jakarta dan luar negeri. Suka hidup mewah dan sangat menikmati situasi ini.”
“Dan dari berbagai persolan yang terjadi pada orang Papua setelah dianeksasi secara paksa ke Indonesia atau dikawinpaksakan kepada Indoensia, Papua telah menjadi anak tiri. Sehingga segalah upaya yang dilakukan oleh Iundonesia terhadap Papua tidak pernah dengan sepenuh hati.”
“Selalu dengan setengah-setengah. Ada indikasi, Pemerintah tidak ingin membangun Papua. Pemerintah indonesia hanya menginginkan kekayaan alam dari perut bumi Papua yang melimpah,” tegasnya.
Sehingga, lanjut Thaha, yang diperjuangkan oleh Indonesia untuk tetap mempertahankan Papua bersama Indonesia adalah bukan karena manusia Papuanya, tetapi karena ingin merebut dan mengeruk terus kekeayaan yang ada di dalam perut bumi pulau, yang berbentuk paruh burung surga atau Cenderwasih ini.
Dari berbagai persoalan itu, menurut Thaha, solusi yang terbaik bagi orang Asli Papua hari ini adalah Dialog. “Saya kira, jalan utama yang elegan, orang Papua sendiri, dari seluruh lapisan dan tingkatan, dari seluruh latar belakang mesti berkontemplasi, merenung dan berdialog dengan diri sendiri. Barulah, ambil langkah untk duduk bersama, cari  jalan terbaik. Perkara pola hubungan Papua dengan Jakarta, saya rasa semua kita sudah tahu.”
“Jalan terbaik dan mulia cuma Dialog. Jangan perang, jangan baku marah, jangan usir orang lain, jangan bunuh rakyat seenaknya. Yang paling Mulia adalah dialog. Menjadi pertanyaan bersama, apakah Pemerintahan baru nanti, Papua masih menjadi perhatian unt terus mendorong jalan damai? Ataukah akan datang lagi praktek kekerasan dan pembantaian seperti di masa lalu?” tutup Thaha.  
Israel memata-matai Amerika Serikat lebih daripada yang dilakukan sekutu lain dan kegiatan itu sudah mencapai tingkat mengkhawatirkan, kata majalah Newsweek, Selasa.


Israel memata-matai Amerika Serikat lebih daripada yang dilakukan sekutu lain dan kegiatan itu sudah mencapai tingkat mengkhawatirkan, kata majalah Newsweek, Selasa.

Sasaran utama mata-mata Israel itu rahasia industri dan teknik Amerika Serikat, kata mingguan itu, mengutip rapat rahasia tentang undang-undang, yang akan memudahkan warga Israel mendapatkan visa masuk Amerika Serikat.

Newsweek menyatakan, karyawan Kongres Amerika Serikat yang akrab dengan rapat pada Januari menyebut kesaksian itu sangat serius, mengkhawatirkan, bahkan menakutkan, dan mengutip sumber lain, yang mengatakan perilaku itu merusak.

"Tidak ada negara lain dekat dengan Amerika Serikat terus melewati batas dalam hal mata-mata seperti Israel," kata mantan petugas kongres, yang menghadiri rapat rahasia lain pada akhir 2013, kata Newsweek.

Dikatakan, rapat itu adalah salah satu dari beberapa dalam beberapa bulan belakangan, yang diberikan Departemen Keamanan Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri, FBI, dan Direktorat Lawan Sandi Negara.

Mantan petugas Kongres Amerika Serikat itu menyatakan badan sandi tidak memberikan hal khusus, tapi mengutip mata-mata industri, orang datang ke sana dalam duta dagang atau perusahaan Israel bekerja sama dengan perusahaan AS, atau petugas sandi dijalankan langsung oleh pemerintah, yang diperkirakan datang dari kedutaan Israel.

Kegiatan mata-mata Israel di Amerika Serikat tak tertandingi dan jauh melampaui kegiatan sekutu dekat lain, seperti, Jerman, Prancis, Inggris, dan Jepang, kata petugas lawan sandi kepada anggota panitia Dewan Kehakiman dan Luar Negeri, kata Newsweek.

"Saya pikir tidak ada yang terkejut dengan pengungkapan itu," kata mantan petugas tersebut.

"Tapi ketika Anda mundur dan mendengar bahwa tidak ada negara lain mengambil keuntungan dari hubungan keamanan kami seperti dilakukan Israel untuk tujuan mata-mata, itu sangat mengejutkan," katanya.

Israel memiliki badan intelijen ternama, Mossad, yang asal muasal jejak dan akar sejarahnya bisa diurut kembali sejak jaman Nabi Musa, pada Alkitab.

Mossad juga yang diperintahkan perempuan Perdana Menteri Israel (saat itu), untuk melancarkan operasi pembalasan atas pembunuhan 11 atlet dan beberapa pendukung tim olimpiade Israel pada Olimpiade Munich, 1972. Operasi balas dendam itu dinamakan Operasi Kemurkaan Tuhan (Operation Wrath of God).

Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman, menolak tuduhan itu. "Kita bicara tentang kebohongan dan kepalsuan, hanya fitnah, yang tidak berdasar dan tidak terbukti," katanya.

Lieberman menambahkan, Israel tidak terlibat dalam mata-mata bentuk apa pun terhadap Amerika Serikat, baik langsung maupun tidak.

Ia menyatakan Israel belajar dari perkara Jonathan Pollard, pengulas angkatan laut AS, yang ditangkap di Washington pada 1985 dan dihukum penjara seumur hidup akibat memata-matai Amerika Serikat untuk Israel.

Penangkapannya memicu kemelut dalam hubungan, yang berakhir dengan Israel berjanji mengakhiri semua kegiatan mata-mata di AS.

Menteri Israel Urusan Sandi dan Strategi, Yuval Steinitz, kepada radio publik menyatakan Israel kukuh dengan janji itu.

"Saya katakan kepada Anda sebagai menteri sandi, tegas dan jelas, itu tuduhan palsu," katanya.

"Israel membuat keputusan pada 30 tahun lalu dan mempertahankannya, tidak memata-matai Amerika Serikat, tidak membibit petugas di AS, tidak mengumpulkan sandi di AS," katanya.

Steinitz mengatakan akan bergabung dalam pembicaraan startegis tingkat tinggi AS-Israel, Kamis, dengan Penasihat Keamanan Negara Amerika Serikat, Susan Rice, yang Rabu bertemu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden Israel, Shimon Peres. (*ant)


Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen, tampak bernafsu mengungkap semua pihak yang diyakininya terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) selama era awal reformasi.


Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen, tampak bernafsu mengungkap semua pihak yang diyakininya terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) selama era awal reformasi.

Terbaru, pernyataan mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jendral (purn) itu mengklaim memiliki bukti autentik keterlibatan Megawati dalam kerusuhan di Cawang, November 1998, yang mengakibatkan tiga anggota Pam Swakarsa tewas.

"Megawati bakal terluka kalau saya buka semuanya. Asal Komnas HAM berani, saya bakal seret Megawati dan semua orang yang terlibat dalam kerusuhan Cawang itu," kata Kivlan Zen., Kamis (8/5/2014).

Ia mengatakan, Megawati dan sejumlah tokoh Partai Demokrasi Indonesia Pro-Megawati Soekarnoputri (PDI Promeg) kala itu mengetahui bahkan mensponsori peristiwa berdarah yang terjadi di Cawang, Jakarta Timur, 13 November 1998.

Kivlan mengungkapkan, dirinya memiliki foto yang menunjukkan massa penyerang dan pembunuh tiga anggoa Pam Swakarsa ketika itu memakai atribut PDI Promeg.

Ia mengungkapkan, massa perusuh tersebut merupakan asuhan salah satu pentolan partai yang menjadi cikal bakal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut, yakni Roy BB Janis.

"Saya juga tahu, sebelum peristiwa itu terjadi, massa itu berkumpul di posko Arifin Panigoro, yang juga pendukung Megawati. Semuanya bakal saya ungkap, asal Komnas HAM Berani, jangan hanya menyudutkan ABRI (TNI)," tandasnya.

Untuk diketahui, dikutip dari Wikipedia, peristiwa Cawang terjadi 13 November 1998, siang hari sebelum terjadinya Tragedi Semanggi. Tiga anggota Pam Swakarsa tewas dikeroyok massa kala itu.

Peristiwanya bermula ketika sekitar 30 orang (rata-rata bertubuh gempal, berwajah keras, dan berikat kepala hijau), menghadang ratusan mahasiswa di jembatan Cawang, Jakarta Timur.

Sekelompok Pam Swakarsa ini, bersiaga berbaris di depan barikade polisi dan tentara, menyerupai tameng.
Melihat hal ini, massa setempat yang awalnya hanya menonton mahasiswa berdemonstrasi, serta merta melempari Pam Swakarsa dengan batu.

Pasukan Pam Swakarsa sempat membalas dengan lemparan batu pula, seraya mengacung-acungkan badik, sebelum akhirnya lari.

Lima dari mereka terjebak di sebuah tanah lapang berawa-rawa tak jauh dari jembatan itu, di tengah kepungan massa yang bersenjatakan kayu, batu, dan besi.

Tinju, tendangan, pukulan kayu, dan besi serta hunjaman batu menghajar mereka. Dua orang dilarikan ke rumah sakit setelah babak belur. Tiga lainnya tewas. (*tribunnews)

TERungkap Laporan Rahasia CIA Soal ‘Birokrat Kotor’ di Indonesia

TERungkap Laporan Rahasia CIA Soal ‘Birokrat Kotor’ di Indonesia


Hadi Poernomo, Mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)  yang kini menjadi tersangka kasus Pajak Bank Central Asia (BCA), ternyata memiliki predikat buruk di mata Amerika Serikat.

Poernomo, dinilai sebagai "tokoh terkorup dari para koruptor pajak" oleh pemerintah AS. Sementara di kalangan pebisnis berskala internasional, ia dianggap sebagai "birokrat kotor".

Predikat tersebut, melekat pada diri Hadi sejak menjadi Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI.

Bahkan, karena praktik kotornya tersebut, AS melalui agen intelijennya, Central Intelligence Agency (CIA), menggelar "operasi" untuk menjatuhkan Hadi Poernomo dari jabatannya sebagai Dirjen Pajak pada tahun 2006 silam.



Hal tersebut, terungkap dalam kawat diplomatik rahasia berkode JAKARTA 00005420 001.2 OF 004, seperti yang dilansir dari laman wikileaks.org, Minggu (4/5/2014).

Dalam kawat rahasia itu, agen CIA menggambarkan Hadi sebagai sosok angkuh yang arogan. Pemerintah AS, kesal terhadap tindakan Hadi yang mencekal terhadap wajib pajak yang tengah diperiksa.

Hadi, masih menurut surat rahasia tersebut, merupakan orang yang menjadi "teladan" anak buahnya dalam praktik suap menyuap perkara pajak di instansinya.

Bahkan, berdasarkan laporan agen CIA, Hadi tidak segan-segan memonitor harta wajib pajak menggunakan foto satelit untuk memuluskan praktik kotornya tersebut.

"Di bawah kepemimpinan Hadi, kedisiplinan petugas pajak menipis. Surat ketetapan pajak menjadi norma untuk memaksa perusahaan bernegosiasi (suap)," lapor agen CIA dalam dokumen yang dibocorkan Wikileaks tersebut.

Laporan intelijen itu juga mengutip ungkapan rasa gembira dari para pebisnis, setelah Hadi Poernomo berhasil dilengserkan dari kursi Dirjen Pajak Kemenkeu RI.

"Orang terkorup dari para koruptor di Dirjen Pajak akhirnya bisa dijatuhkan. 'Pria yang tidak terkalahkan' itu akhirnya dapat digulingkan. Ini adalah peristiwa menakjubkan."

Bahkan, komentar dalam dokumen tersebut mengungkapkan rasa gembira intelijen atas kejatuhan Hadi Poernomo. Mereka menulis: "The Mighty Have Fallen", si kuat telah jatuh.

Dimana Pemerintah dalam Konflik di Dogiyai



Jum'at, 09 Mei 2014 13:18
Semenjak Papua dianeksasi menjadi bagian dari  Indonesia, dari tahun ke tahun, bulan ke bulan, minggu ke minggu, hari ke hari, bahkan dari jam ke jam selalu terjadi konflik. Dari konflik yang menyebabkan kematian sampai dengan masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Baik masalah yang terjadi antar masyarakat Papua sendiri karena diadu domba oleh pihak ketiga, maupun masalah yang sengaja dilakukan oleh pihak keamanan (TNI/Polri).

Dalam setiap masalah yang terjadi Papua peran pemerintah selalu tidak nampak, misalnya dalam masalah yang terjadi di Abepura tanggal 16 Maret 2009, Wamena berdarah tanggal 9 Oktober 2000, Timika berdarah tanggal 3 April, Dogiyai berdarah, Biak berdarah, Nabire, dan kasus-kasus lainnya.

Semua masalah yang terjadi di Papua, baik yang sudah diungkapkan maupun yang belum, kebanyakan terjadi antara TNI/Polisi dengan masyarakat sipil.

Pertanyaanya, dimana posisi Pemerintah dalam semua masalah yang terjadi di Papua? Apakah memang pemerintah tidak pernah ketahui semua masalah yang terjadi di Papua? Apakah memang tidak pernah ada pemerintahan di Papua? Mengapa dia berdiam diri saja?

Menurut saya, pemerintah sebagai pengayom, pelindung masyarakat harus memosisikan diri diantara Orang Asli Papua (OAP) dengan pihak keamanan (TNI/polri) sebagai pelindung. Pemerintah bila mengetahui semua masalah yang terjadi di Papua, mengapa diam? Persoalam harus diungkap.

Saat ini di Dogiyai Papua terjadi konflik akibat kecelakaaan maut di Epeida, Dogiyai.
konflik tersebut awalnya sebuah truk bernomor polisi DS 9903 dari arah Nabire ke moanemani Dogiyai dengan membawa barang milik pengusaha kios di Moanemani menabrak dua orang pemuda yang pulang ke rumah usai puji-pujian menggunakan motor.

Ini kronologinya seperti dimuat majalahselangkah.com edisi 7 Mei 2014:

Senin, 5 Mei 2014 malam, Gereja Kingmi Papua di Digikotu Moanemani menggelar acara puji-pujian seperti biasanya. Malam pujian-pujian digelar hingga pukul 05.00 pagi waktu setempat. Yuncen Kegakoto (18) dan Lasarus Anouw (20) pulang ke rumah menggunakan kendaraan roda dua (motor).

Kedua korban tiba di tanjakan Epeida dan melaju naik ke atas bukit. Mereka bertemu dengan truk yang melaju dari arah kota Nabire. Motor dan truk masing-masing tidak dapat mengendalikan dan terjadi tabrakan maut.

Kira-kira pukul 06.00 waktu setempat, warga menemukan Lasarus Anouw dan Yuncen Kegakoto tak bernyawa. Lasarus Anouw didapati tali perut keluar dan Yuncen Kegakoto pata tulang paha.

Yuncen Kegakoto berumur 18 tahun. Ia adalah pemuda di kampung Apagougi dan berprofesi sebagai petani. Ia masih belum menikah. Sementara Lasarus Anouw berumur 20 tahun dan berasal dari kampung yang sama. Lasarus juga adalah pemuda kampung dan bertani.

Sopir truk inisial L yang mengendarai truk bernomor polisi DS 9903. Ia dikabarkan membawa barang-barang kios milik pengusaha di Dogiyai. Saat warga menemukan dua korban itu, sopir truk tidak ada di tempat kejadian perkara (TKP). Dikabarkan, ia menyelamatkan diri di pos Brimob di kota Moanemani.

Warga kemudian membawa dua korban itu untuk disemayamkan di rumah duka. Dalam waktu beberapa jam saja, informasi tentang tabrakan menyebar kepada sahabat dan keluarga mereka di beberapa kampung.

Kira-kira pukul 06:40 waktu setempat, warga sudah memadati pos Brimob. Warga bernegosiasi untuk  meminta sopir dikeluarkan dari pos untuk memintai pertanggungjawaban dan mencari solusi. Brimob menolak, negosiasi tidak membuahkan hasil dan warga semakin marah.

Kira-kira pukul 08.30 warga mengancam mengantar jenazah dua korban ke pos Brimob. Salah satu saksi mata mengatakan, dalam suasana itu, tiba-tiba terdengar pernyataan, "Di Timika juga pihak keamanan kerja sama sedang membunuh kita punya masyarakat. Ini saatnya kita balas dendam." Kata-kata itu semakin mempersulit keadaan dan sulit terkendali.

Brimob yang berada di pintu masuk pos mulai terdesak dan marah. Lalu, Brimob melepaskan tembakan peringatan beberapa kali. Tembakan peringatan lainnya mengenai 3 warga sipil. Mereka yang terkena tembakan atas nama Yulius Anouw (27) terkena peluru kikis di dada dan mengakibatkan luka cukup dalam, Anthon Edowai (28) tertembak di paha kiri, dan Gayus Auwe (32) terkena serpihan peluru di dada dan kaki kiri.

Dalam situasi yang sulit itu, seorang tukang bangunan bernama Melky (24), warga Toraja ditemukan tewas di belakang pos Brimob, tepat di areal bangunan yang sedang dikerjakannya. Ia dikabarkan ditikam oleh warga yang tidak terima dengan penembakan dari Brimob. Sementara, satu orang tukang bangunan lainnya terkena lemparan batu di kepada dan mengalami luka.

Akibat peristiwa ini, semua aktivitas di Dogiyai siang tadi lumpuh total hingga malam ini. Dikabarkan, pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP di Moanemani sempat terganggu. Jika tidak ada jaminan keamanan, siswa yang akan ikut ujian besok bisa terganggu.

Kira-kira pukul 11.30 sempat dilangsungkan pertemuan tertutup antara Asisten III, Kapolsek dan Koramil untuk membicarakan kondisi keamanan daerah. Akses jalan dari Nabire ke pedalaman siang tadi hingga malam ini sepi.

Kira-kira, pukul 12.30  waktu Dogiyai, korban tewas, Melky dan korban luka-luka lainnya dibawa ke Nabire menggunakan pesawat AviaStar. Melky sempat disemayamkan di RSUD Nabire, sebelum dibawa ke rumah duka.

Sementara, 3 warga, Yulius Anouw, Anthon Edowai, dan Gayus Auwe masih dirawat intensif di RSUD Nabire.

Yonatan Kegakoto, keluarga korban, kepada sejumlah wartawan di depan RSUD Nabire mengatakan, pihaknya menyesalkan kelambanan aparat untuk tangani kasus ini saat kejadian pagi hari. Ia juga mengatakan, pihaknya tidak ingin konflik meluas.

Rombongan Bupati Dogiyai dan pihak kepolisian mengunjungi korban tewas dan luka-luka dan RSUD Nabire.

Sementara itu Bupati Dogiyai, Thomas Tigi mengatakan, "Kalau terjadi kecelakaan seperti ini sebenarnya diserahkan kepada pihak keamanan, ini bukan saja di Dogiyai, tapi seluruh Indonesia kalau masalah seperti ini diserahkan kepada pihak keamanan pasti aman," ungkapnya saat menjenguk korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siriwini Nabire, Selasa (06/05/14).(Baca:

***
Saya pribadi kesal dengan tanggapan dari pihak pemerintah yang mengatakan Kalau terjadi kecelakaan seperti ini sebenarnya diserahkan kepada pihak keamanan, kalau masalah seperti ini diserahkan kepada pihak keamanan pasti aman.

Kekesalan saya atas pernyataan itu karena pemerintah sudah mengetahui, melihat bahwa pihak keamanan pun ikut terlibat dalam konflik tersebut, sehingga pihak keamanan pun sebagai salah satu oknum dalam konflik tersebut kok kenapa harus berharap kepada pihak kemanan untuk menangani konflik tersebut?

Setidaknya pemerintah bisa berpikir jernih. Polisi di Dogiyai tidak bisa menjalankan kewajibannya menangani kasus ini karena mereka telah jadi aktor konflik. Maka yang menangani dan menyelesaikan konflik adalah bukan polisi di Dogiyai.  Dan pernyataan bupati Dogiyai di atas sudah tidak masuk akal.

Bupati mestinya mengundang  LSM HAM, dan ke lembaga hukum lain di Papua atau Komnas HAM agar menyelesaikan kasus ini.

Senin, 05 Mei 2014

Lima Siswi SMP Pilih Menikah daripada Ujian Nasional

Lima Siswi SMP Pilih Menikah daripada Ujian Nasional

Lima Siswi SMP Pilih Menikah daripada Ujian Nasional
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR/SANOVRA JR
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, BENGKULU - Sebanyak lima pelajar tingkat SMP/MTs sederajat di Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu, tidak mengikuti ujian nasional (UN) karena menikah.
Kelima pelajar SMP yang tidak mengikuti UN karena menikah, masing-masing satu siswa dari SMPN 1 Pematang Tiga, dua siswa SMPN 1 Pondok Kelapa, satu siswa SMPN 1 Karang Tinggi, dan satu siswa SMPN 2 Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah.
Awalnya kelima pelajar izin sakit kepada sekolah masing-masing, lalu tak pernah masuk sekolah lagi. Belakangan, berdasarkan hasil penelusuran pihak sekolah, diketahui mereka telah menikah.
Kepala sekolah SMPN 2 Talang Empat Edon Siregar menyayangkan kejadian ini. Menurutnya, seorang siswanya yang menikah tersebut sebelumnya telah teregistrasi di Daftar Nomor Tetap (DNT).
Siswa tersebut juga diberikan kesempatan untuk mengikuti UN, meskipun sudah menikah.
"Meski telah menikah mereka masih berhak ikuti UN, namun karena sudah pindah ke provinsi lain jadi susah untuk menghubunginya.